Sabtu, 08 Juni 2013

Pendapatan Nasional

Assalamualaikum.

A. Pendapatan Nasional.
   Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun, atau Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oelh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang dihitung berdasarkan nilai pasar.

B. Konsep Pendapatan Nasional.

1. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP)
Nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) di  dalam suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun dinyatakan dalam jumlah uang.

2. Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product
Seluruh nilai produksi barang dan jasa dinyatakan dalam jumlah uang yang dihasilkan masyarakat suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negri dalam kurun waktu satu tahun ( hasil produksi perusahaan asing/warga negara asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut tidak dihitung)
PNB = PDB + PFPN
Jika PDB lebih besar dari PNB maka penanaman modal asing (PMA) lebih besar dari penanaman modal negara itu di luar negeri. Negara-negara berkembang biasanya PDB lebih besar dari PNB

PFPN (Pendapatan Faktor Produksi Neto), yaitu Selisih antara Pendapatan Faktor Produksi Neto dari Luar Negeri dikurangi Pembayaran Faktor Produksi Neto ke Luar Negeri

3. Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP)
Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan penggantian barang modal (replacement)
PNN = PNB – (Penyusutan + Pengantian Barang Modal)
4. Pendapatan Nasional Neto (PNN) atau Pendapatan Nasional (PN) atau Net National Income (NNI)
Jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam kurun waktu satu tahun setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Contoh pajak tidak langsung:  pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN),  dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM)
PN = PNN – Pajak tidak langsung + Subsidi
5. Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI)
Jumlah seluruh penerimaan masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi laba ditahan, iuran asuransi,iuran jaminan social, pajak perseroan dan ditambah transfer payment.
PI = PN – (Pajak perseroan + Laba ditahan + Iuran) + Transfer payment
6. Pendapatan disposibel atau Disposible Income (DI)
Pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan, penerimaannya setelah dikurangi pajak lansung
DI = PI – Pajak langsung

C. Metode Perhitungan Pendapatan Naisonal

 1. Pendekatan Pendapatan
    Pendekatan Pendapatan (income a product) adalah suatu pendekatan dimana pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan dari berbagai faktor produksi yang memberi sumbangan terhadap proses produksi.

2. Pendekatan Produksi
    Pendekatan produksi diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai tambah eluruh banda dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor di dalam perekonomian.
Pendekatan Pengeluaran
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlakan nilai pasar dari pengeluaran sektor rumah tangga untuk barang konsumsi dan jasa (C) pengeluaran investasi (I), tabungan (S), pengeluaran pemerintah (G), pengeluaran sektor ekspor impor (X-M)




Struktur Pasar

Assalamualaikum.

A. Pasar

   Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. 

a. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya :

1) Pasar tradisional.
2) Pasar raya.
3) Pasar abstrak.
4) Pasar konkrit.
5) Toko swalayan.
6) Toko serba ada.

b. Sedangkan berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya :

1) Pasar ikan.
2) Pasar sayuran.
3) Pasar buah-buahan.
4) Pasar barang elektronik.
5) Pasar barang perhiasan.
6) Pasar bahan bangunan.
7) Bursa efek dan saham.

B. Struktur Pasar
 
   Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
Unsur-unsur struktur pasar meliputi konsentrasi, differensiasi produk, ukuran perusahaan, Hambatan masuk, dan integrasi vertikal serta diversifikasi. Struktur pasar di suatu Negara dapat bergerak mulai dari struktur pasar persaingan sempurna sampai dengan monopoli.


C. Macam – macam Struktur Pasar
 
    Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena struktur pasar ini akan dapat menjamin berlangsungnya aktivitas produksi dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu dalam analisis ekonomi sering digunakan asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Tetapi dalam praktek tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya (sesuai teori). Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut. Namun, sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting. jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
1. Terdapat sangat banyak penjual dan pembeli.
    Oleh karena terdapat sangat banyak produsen atau perusahaan, maka setiap produsen atau perusahaan hanya memasok produk sebagian kecil saja dari total produk yang ditawarkan di pasar. Pembeli juga sangat banyak sehingga secara individual mereka tidak mempunyai kekuatan monopsoni untuk mempengaruhi mekanisme di dalam pasar.
 
2. Produk yang dihasilkan oleh para produsen adalah homogeny.
    Pasar diartikan sebagai gabungan dari produsen yang memproduksi produk yang homogen/identik. Ini berarti bahwa antara produk dari produsen yang satu dengan produk dari produsen yang lain bersifat substitusi sempurna. Oleh karena itu, para pembeli tidak dapat membedakan produk- produk dari produsen yang berbeda.
 
3. Setiap produsen adalah pengambil harga ( price taker).
    Implikasi dari kedua asumsi di atas adalah bahwa produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar yang berlaku dengan mengubah jumlah produk yang ditawarkan. Dengan demikian setiap produsen hanya menerima harga pasar. Produsen dapat menawarkan produk berapapun jumlahnya dengan harga pasar tersebut.
 
4. Perusahaan-perusahaan bebas masuk dan keluar pasar
    Tidak ada hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk ke pasar atau keluar dari pasar.
5. Maksimisasi profit/keuntungan.
    Tujuan dari semua perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan. Tidak ada tujuan   lain. 

6. Tidak ada regulasi dari pemerintah.
    Tidak ada intervensi pemerintah di dalam pasar ( seperti tarif, subsidi, pembatasan produksi, dan sebagainya). Struktur pasar di mana telah dipenuhi asumsi-asumsi di atas disebut pasar persaingan murni (pure competition). Untuk pasar persaingan sempurna (perfect competition) memerlukan asumsi-asumsi tambahan sebagai berikut.
 
7. Mobilitas faktor-faktor produksi sempurna.
    Faktor-faktor produksi bebas berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mekanisme ekonomi. Dengan kata lain, terjadi persaingan sempurna di dalam pasar input.
 
8. Pengetahuan sempurna (perfect knowledge).
    Semua penjual dan pembeli diasumsikan mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar, baik\ kondisi sekarang maupun yang akan datang. Dengan demikian kondisi ketidakpastian di masa mendatang dapat diantisipasi. Informasi pasar dapat diperoleh dengan mudah dan tanpa biaya.
Bentuk pasar persaingan sempurna sulit dijumpai dalam kenyataan sehari-hari. Namun, sangat bermanfaat sebagai dasar untuk mempelajari konsep-konseop pasar lainnya dalam ilmu ekonomi.

 

Rabu, 22 Mei 2013

Kisruh Sepak Bola Nasional

Assalamualaikum.

  Dalam tulisan ini, saya ingin menuangkan rasa prihatin saya terhadap kondisi Sepak Bola Indonesia yang sedang mengalami konflik.Karena dengan cara ini mudah-mudahan membuat saya sedikit agak lega karena sudah menuangkan rasa keluh kesah saya.
  Dalam beberapa tahun ini, dunia Sepak Bola Indonesia sedang mengalami konflik yang menurut saya cukup kronis. Bagaimana tidak, masalah yang timbul makin hari makin besar. Berbagai cara untuk menyatukan kelompok-kelompok yang bertikai pun rasanya sia-sia, karena tiap-tiap kelompok leih mementingkan ego mereka masing-masing. Bermula saat pemimpin PSSI yang lama dipaksa untuk mundur karena prestasi TimNas yang kian merosot dan tidak mengalami perkembangan. Setelah mengadakan pemilihan dan PSSI pun kini memiliki pemimpin baru. Tapi apakah masalahnya sudah selesai? jelas tidak, Timbul masalah lain yang mencuat ke permukaan.
   Masalah yang baru yaitu konflik Dualisme kompetisi yang terjadi di Indonesia. Kompetisi yang lama diaanggap "haram" oleh PSSI. Lalu mereka membuat sebuah kompetisi baru yang katanya sehat secara finansial dan diakui FIFA. Banyak klub yang hijrah beralih dari kompetisi yang selama ini bergulir di Indonesia ke kompetisi bentukan PSSI tersebut. Kedua kubu dan kelompok pun tak ada yang mau mengalah, munculah dualisme kompetisi, bahkan ketua PSSI pun ada 2!!
  Pemain yang merumput di kompetisi lama pun dicap "haram" untuk membela TimNas Indonesia. FIFA pun ikut turun tangan menyelesaikan persoalan ini, mereka mengancam akan membekukan PSSI jika PSSI tidak segera menyelesaikan permasalan ini. Dan pada akhirmya pada bulan Maret lalu digelar Kongres, apakah masalahnya benar-benar selesai? mudan-mudahan iya. amiin.
  Saya sebagai pemerhati dan pengamat sepak bola khususnya Sepak Bola Indonesia cukup miris melihat kondisi dan prestasi TimNas. Saya berharap sekali Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan prestasi, saya ingin TimNas tidah dicap sebagai TimNas sebagai Tim penghibur saja di setiap turnamen. Maju terus sepak bola Indonesia, rakyatmu rindu kemenangan dan prestasi. Mohon maaf jika tulisan saya ada kata yang salah, saya tidak berniat menyinggung pihak siapapun.

Wassalamualaikum.

Minggu, 28 April 2013

Ongkos dan Penerimaan.

A. Pengertian Ongkos.

  Ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output. Ditinjau dari sudut waktu, ongkos dapat dibedakan menjadi Ongkos Jangka Pendek. & Ongkos Jangka Panjang.
   Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

B. Macam Macam Ongkos.

a. Total Fixed Cost (Onkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Sebagai contohnya adalah sewa, penyusutan dan sebagainya.
b. Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Sebagai contohnya adalah tenaga kerja, ongkos bahan mentah dan sebagainya.
c. Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel.

C. Kurva Ongkos 
Kurva Ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.




 







 Ongkos Produksi Jangka Panjang.














Ongkos Produksi Jangka Panjang.

D. Penerimaan.
   Penerimaan adalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. 
Kurva penerimaan adalah kurva yang didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Macam-macam penerimaan :
ü  Total penerimaan (Total revenue : TR)
yaitu total penerimaan dari hasil penjualan outputnya.
Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

ü  Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR)
yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

ü  Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR)
yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.


















Kurva Permintaan
















Pergeseran Kurva Permintaan

E. Contoh Soal Biaya Penerimaan.
 
   Sebuah pabrik Sabun dengan Merk "ABM" mempunyai biaya tetap (FC) = 1.000.000; biaya untuk membuat sebuah sabun Rp 500; apabila sabun tersebut dijual dengan harga Rp 1.000, maka:
Ditanya:
a. Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.
b. Pada saat kapan pabrik sabun mencapai BEP
c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 unit



a. FC = Rp 1.000.000
    VC= Rp 500.
    Fungsi biaya variabel VC = 500  Q ..........................................................................(1)


    Fungsi biaya total C = FC + VC     -----> C = 1.000.000 + 500

Q ..........................(2)
    Fungsi penerimaan total  TR = P.Q -----> TR = 1.000 Q ..........................................(3)

b. Break Even Point terjadi pada saat TR = TC
    1.000 Q  = Rp 1.000.000 + 500 Q
    1.000 Q - 500 Q = 1.000.000
     500 Q = 1.000.000
     Q = 2.000 unit
    Pabrik sabun akan  mengalami BEP pada saat Q = 2.000 unit
    Pada biaya total  C = 1.000.000 + 500 ( 2.000)
                              C = 2.000.000

c. Pada saat memproduksi Q = 9000 unit
    TR = P.Q
          = 1.000  X  9.000
          = 9.000.000

    C  = 1.000.000 + 500 (Q)
         = 1.000.000 + 500 ( 9.000)
         = 1.000.000 + 4500.000
         = 5.500.000

    Bila  TR > TC, maka keadaan laba / untung.
    laba = TR - TC
           = 9.000.00 - 5.500.000
           = 3.500.000

    Bila hanya memproduksi 1.500 unit maka akan mengalami kerugian sebesar :
    Rugi = TR - TC
            = 1.000 (1.500)  - 1.000.000 + 500 ( 1.500)
            = 1.500.000 - 1.750.000
            = 250.000


Sumber: 
http://cahyosman4lahat.blogspot.com/2011/02/fungsi-biaya-dan-penerimaan.html 

Perilaku Produsen

A. Produksi

   Produksi adalah proses menghasilkan barang baru yang berguna untuk digunakan masyarakat. Dalam produksi ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Faktor produksi alam.
2. Faktor produksi turunan.
Tahap tahap produksi meliputi:
1. Mencari tahu keinginan konsumen.
2. Mendesain produk sesuai dengan keinginan konsumen.
3. Memproses produksi secara efektif dan efisien sesuai dengan desain produk.
4. Pemasaran dan pendistribusian produk dengan pelayanan yang baik. 
5. Perilaku produsen dalam kegiatan ekonomi.

B. Perilaku Produsen.

   Produsen adalah orang atau kelompok badan usaha yang menghasilkan barang atau jasa. Manfaat produsen dalam bidang perekonomian adalah:
1. Bagi Masyarakat.
   Manfaat yang diberikan oleh tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat adalah beberapa kepentingan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Manfaat bagi masyarakat dari tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan sangatlah jelas. Selain beberapa kepentingan masyarakatdiperhatikan oleh perusahaan, masyarakat juga akan mendapatkan pandanganbaru mengenai hubungan perusahaan dengan masyarakat. Hubunganmasyarakat dan dunia bisnis tidak lagi dipahami sebagai hubungan antara pihak yang mengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat dan lingkungan yang lebih baik.

 2. Bagi Pemerintah.
   Pemerintah sebagai pihak yang bertugas mengubah tatanan masyarakat kearah yang lebih baik akan mendapat partner untuk menjalankan sebagian tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Dalam hal ini adalah perusahaan atau organisasi bisnis.

Pemerintah sebagai pihak yang mempunyai legitimasi untuk mengubahtatanan masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapatkan partner dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas pemerintah dapatdijalankan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi.

C. Kegiatan Produksi.

1. Perencanaan.
 Seorang produsen harus mempunyai rencana-rencana tentang tujuan dan apa yang sedang atau akan dicapai.
2. Pengorganisasian.
Produsen harus dapat mengatur keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pengorganisasian ini, rencana di lakukan dalam sebuah pembagian kerja yang terdapat kejelasan tentang bagaimana tujuan dan rencaana akan dilaksanakan, dikoorninasikan dan dikomunikasikan.
3. Pengarahan.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana rencana yang telah tersusun dapat terlaksana. Agar rencana terwujud, maka pridusen harus membimbing anak buahnya.
4. Pengendalian.
Produsen harus tetap mengontrol apa yang tlah dilakukan. Karena ini bersangkutan dengan pencapaian tujuan. Walaupun semua rencana yang telah ditetapkan berjalan dengan lancar, belum tentu tujuan yang diinginkan terwujud dengan sendirinya. Maka dari itu diperlukan pengendalian dan pengawasan dari produsen atau pengusaha yang bersangkutan.

D.Peranan Produsen Bagi Masyarakat.  
   Peranan produsen selaku pemasok barang, tentu sangat berpengaruh pada peredaran barang dan naik turunnya harga barang yang diterima masyarakat, jika produsen bertindak semena-mena dalam menaikkan harga barang, sudah pasti para pedagang kelas menengah ke bawah juga akan ikut menaikkan harga, dan pada akhirnya masyarakatlah yang akan mengalami kerugian karena harga yang sampai ditangan mereka pasti sangat mencekik. Untuk itu, perilaku prdusen tidak boleh sewenang-wenang seperti menaikkan harga sembako sembarangan, karena perilaku seperti itu pasti akan merugikan masyarakat dan merembet ke sektor-sektor ekonomi lainnya. 
Perilaku Produsen yang merugikan kepentingan masyarakat
Adapun ciri-cirinya antara lain:
1) Produsen barang/jasa semata-mata untuk memperoleh keuntungam sebesar-besarnya
2) Kurang memperhatikan kualitas barang
3) Tidak jujur dalam mengukur berat, ukuran tidak standar.
4) Kurang memperhatikan kelestarian lingkungan
5) Tidak taat membayar kewajiban pajak.

Sekian rangkuman saya tentang materi perilaku produsen, saya ucapkan Terima Kasih.

Selasa, 26 Maret 2013

BAB 3&4. Perilaku Konsumen.

Assalamualaikum.

I. Perilaku Konsumen.
     Konsumen adalah orang sebagai pemakai barang atau jasa, baik untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Sedangkan yang dimaksud dengan Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang berhubungan dalam pembelian suatu barang atau jasa sesuao keinginan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen memilih dan menentukan barang yang akan dibeli, yaitu tingkat pendapatan seseorang, jenis barang yang dibutuhkan, tingkat kebutuhan, dan efektifitas barang tersebut.
Dalam teori pendekatan konsumen, terdapat 2 macan yaitu :

1.Pendekatan Konsumen Oridinal.
Pendekatan konsumen Ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang atau jasa tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu ujian semester, pengukuran indeks nilai akhir dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dimilikinya.

 2.Pendekatan Konsumen Kardinal
Pendekatan konsumen Kardinal adalah daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

II. Elastisitas dan Macam Macamnya.
Elastisitas dalam ilmu Ekonomi merupakan perbandingan perubahan dari sebuah variabel dengan variabel lainnya, elastisitas mengukur seberapa besar perilaku konsumen terhadap perubahan harga, Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi.

III. Macam Macam Elastisitas.

a. Elastisitas permintaan.
Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Ketika harga sebuah barang turun, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya naik, jika semakin rendah harganya, semakin banyak benda itu dibeli. 

b. Elastisitas permintaan dan total penerimaan.
Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan barang yang diterima oleh penjual atau produsen.

c. Elastisitas permintaan pendapatan.
Elastisitas permintaan pendapatan mengukur bagaimana kuantitas permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli.

d. Elastisitas silang.
Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya.

e. Elastisitas penawaran.
Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

f. Elastisitas harga dari permintaan
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. 


IV. Contoh soal Elastisitas Permintaan.

Pada saat harga Bohlam Rp. 3.000 per unit, jumlah barang yang ditawarkan 15 unit. Kemudian harga turun menjadi Rp. 2000 per unit dan jumlah barang yang ditawarkan menjadi 10 unit. berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas penawarannya adalah....
Jawab :
Dari data diatas diketahui :
P1 = 3.000    Q1 = 15
P2 = 2000    Q2 = 10
langkah pertama kita menentukan perubahan jumlah penawaran dan harga
∆Q = Q2 -Q1 = 10-15 = -5
∆P = 2000 - 3000 = -1000
Langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas :
         P1      ∆Q
Es = ---- . ------
         Q1     ∆P

        3.000    -5
Es = ------- . ------
          15     -1000
Es = 1
=======
Nilai Es = 1 > 1, menunjukan penawaran elastis.


Sumber:
senjayakertiawan.wordpress.com/.../perilaku-konsumen-pendekatan-.
id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://paperusadvance.blogspot.com/2010/03/kepuasan-konsumen-pendekatan-kardinal.html
http://www.scribd.com/doc/39461432/Elastisitas-Dan-Macam
http://dhy-tha.blogspot.com/2010/04/elastisitas-macam-macam-besaran.html

 






BAB 2. Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

Assalamualaikum.

I. Pengertaian Permintaan dan Penawaran

   Permintaan didalam isitilah ekonomi disebut Demand, adalah jumlah barang dan jasa yang berada di pasar dengan harga tertentu dan pada waktu tertentu yang akan dibeli oleh konsumen.Sedangkan Penawaran dalam istilah ekonomi disebut Supply adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan adalah Suatu transaksi pembelian di pasar yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu. 

 A. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
   Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan.
a. Perilaku konsumen
Perilaku atau selera konsumen selalu berubah seiring mengikuti perkembangan zaman. Jika ada suatu barang yang baru sudah muncul, otomatis permintaan konsumen akan terjadi.

b. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap.
Harga barang dan ketersediaan barang yang sejenis mempengaruhi hal ini.
c. Pendapatan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

d. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

e. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suplly)
a. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.

b. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. 

c. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

d. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

e. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.


D. Bentuk umum fungsi permintaan.

Qd = a - bPd    atau  Pd = -1/b ( -a + Qd)

Dimana :

a dan b   = adalah konstanta, dimana b harus bernilai negatif

b           = ∆Qd / ∆Pd

Pd         = adalah harga barang per unit yang diminta

Qd         = adalah banyaknya unit barang yang diminta

Syarat, P    0, Q ≥  0, serta dPd / dQ < 0


E. Bentuk umum fungsi penawaran.

Qs = a + bPs

Dimana :

a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif

b = ∆Qs/ ∆Ps

Ps= adalah harga barang per unit yang ditawarkan

Qs= adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan

Ps≥ 0, Qs≥ 0, serta dPs/ dQs > 0

Contoh Soal Permintaan:
Pada saat harga Alpukat Rp. 5.000/Kg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak  1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000/Kg permintaan akan Alpukat menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?


Dari soal diatas diperoleh data :

P1 = Rp. 5.000      Q1 = 1000 Kg

P2 = Rp. 7.000      Q2 = 600 Kg

untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :

y - y1            x - x1

------    =    --------

y2 - y1         x2 - x1



dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,

P - P1           Q - Q1

-------    =    --------

P2 - P1         Q2 - Q1



mari kita masukan data diatas kedalam rumus :

    P    -     5.000                     Q - 1000

-----------------------  = ----------------

   7.000 -  5.000                   600 - 1000



           P - 5.000                 Q - 1000

----------------------- = ----------------

           2.000                        -400



P - 5.000 (-400)    =  2.000 (Q - 1000)

-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000

2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P

Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)

Q = 2000 - 0,2P

Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P.





Contoh Soal Penawaran:

Saat harga apel Rp. 2.000/buah toko A hanya mampu menjual apel  sebanyak 100 buah, dan pada saat harga apel Rp. 5.000/buah toko A mampu menjual apel lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?

Dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :

P1 = 3.000     Q1 = 100 buah

P2 = 4.000     Q2 = 200 buah

Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:

 P - P1        Q - Q1

--------  =  ---------

P2 - P1      Q2 - Q1



    P  - 2.000         Q - 100

--------------  = -------------

5.000 - 2.000      200 - 100



     P - 2.000           Q - 100

--------------   =  -------------

        1.000                 100



(P - 2.000)(100) = (Q - 100) (1.000)

100P - 200.000  = 1.000Q - 100.000

1.000Q = -200.000 + 100.000 + 100P

1.000Q = -200.000 + 100P

Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )

Q = -200 + 0.1P

Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd

Sumber:
http://peunaronesia.blogspot.com/2009/09/fungsi-permintaan-dan-penawaran.html
www.pendidikanekonomi.com/.../pengertian-permintaan-dan-penawaran
organisasi.org › Ilmu Pengetahuan Sosial › Ekonomi



 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes