Kamis, 24 April 2014

Tugas 1 (BAHASA Indonesia 2)

Surat



         Surat merupakan media komunikasi tertulis yang paling populer. Tetapi pada zaman canggih sekarang ini, penggunaan surat tertulis ssemakin tergeser oleh media canggih seperti Email. Oleh karena itu penulis ingin memberi informasi kepada pembaca mengenai surat. Sebelum menjelaskan definisi surat, mari kita ketahui sejarah surat da nasal mula surat di Indonesia.

           
       Berdasarkan catatan sejarah, kegiatan surat menyurat di Indonesia sudah dimulai sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara (Indonesia), yaitu pada masa Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Pajajaran, Majapahit, Sriwijaya, dan Mataram. Hubungan komunikasi yang terjalin pada masa kerajaan-kerajaan itu memang hanya terbatas pada hubungan antar raja saja. Bentuknya masih sangat sederhana. Para raja itu menggunakan kulit kayu, potongan bambu, daun lontar, dan kulit binatang untuk berkirim surat/pesan.

        Setelah bangsa Eropa masuk ke kawasan Nusantara, kegiatan surat menyurat mulai menggunakan kertas. Mereka juga mengenalkan kita dengan sebuah jasa pengiriman surat yang dinamakan kantor pos.
Tahun 1809, atas perintah Gubernur Jenderal Herman mu William Daendels, kegiatan pos semakin lancer, sampai-sampai  dibuatlah sebuah jalan yang diberi nama Jalan Raya Pos (de Grote Postweg) dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1000 km. Itulah sebabnya, pengiriman surat dari Jawa Barat ke Jawa Timur yang memakan waktu 40 hari menjadi 6 hari saja.

         Begitulah kisah kegiatan surat menyurat di Indonesia pada masa lalu. Nggak kebayang ya, sulit dan harus menunggu lama untuk mendapatkan kabar dari teman-teman kita yang tinggal jauh di luar kota. Saat ini kegiatan surat menyurat pastinya lebih mudah, karena teknologi (email atau sms) dan transportasi yang mudah dijangkau sangat memungkinkan sekali untuk kita berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun kita berada.
  A.    Pengertian Surat
       Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain, baik atas nama sendiri, maupun atas nama jabatannya dalam sebuah organisasi, instansi ataupun perusahaan.

Informasi-informasi ini dapat berupa:
·         Pemberitahuan
·         Pernyataan
·         Perintah
·         Permintaan / permohonan
·         Laporan
·         Undangan

B.      Jenis – Jenis Surat
1.      Berdasarkan Sifat Surat
·         Surat Pribadi
·         Surat Dinas Pribadi
·         Surat Dinas Swasta
·         Surat Niaga
·         Surat Dinas Pemerintah

2.     Berdasarkan Wujud Surat
·         Surat Yang menggunakan Kartu Pos
·         Warkat Pos
·         Surat Bersampul
·         Surat Terbuka dan Surat Tertutup
·         Memorandum dan Nota Telegram
·         Surat Biasa

3.      Berdasarkan Keamanan Isinya.
·         Surat Sangat Rahasia
·         Surat Rahasia
·         Surat konfidensial

4.      Berdasarkan Proses Penyelesaiannya
·         Surat Sangat Segera atau Surat Kilat.
·         Surat Segera
·         Surat Biasa

C. Fungsi Surat
1. Sebagai sarana komunikasi.
2. Sebagai alat bukti tertulis.
3. Sebagai alat untuk mengingat.
4. Sebagai bukti historis.
5. Sebagai pedoman kerja.

D. Syarat Surat Yang Baik.
    Surat yang baik harus memenuhi ketentuan berikut:
·       Jelas
Bahasa surat yang jelas maksudnya tidak hanya mudah dimengerti tetapi harus terbebas dari salah tafsir atau rancu, sehingga data-data yang dituangkan dalam surat sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Bahasa dalam surat juga harus dapat menjelaskan siapa yang membuat surat itu kepada siapakah surat itu ditujukan.
·       Lugas
Lugas artinya sederhana, praktis, bersahaja (simple). Jika diterapakn dalam pada penulisan kalimat dalam surat, berate kalimat yang digunakan harus langsung menunjukkan persoalan atau permasalahan yang pokok-pokok saja, tidak bertele-tele serta dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sesuai dengan maksud yang dikehendaki.
·       Menarik dan Sopan
Bahasa yang menarik adalah bahasa yang hidup, lugas, jelas, wajar, enak dibaca, tidak kaku, tidak menggunakan kata-kata yang telah using, dan tidak menggunakan kata makian yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

E. Bahasa Surat
  Surat adalah suatu karangan yang berupa perumusan dalam bentuk tertulis tentang pernyataan, pemikiran, permintaan, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada pihak penerima surat. Karena surat sebagai karangan, maka suratpun harus memenuhi berbagai ketentuan mengenai penyusunan karangan ataupun komposisi seperti tema, tata bahasa, kalimat, alinea, gaya bahasa dan penggunaan tanda baca. Sebagai karangan surat dapat disusun secara :
1. Deduktif yaitu dimana penulis terlebih dulu melaporkan pokok permasalahannya, kemudian baru dikemukakan penjelasannya atau alasan-alasannya.
2. Induktif adalah penyusunan kalimat-kalimat dimana terlebih dulu dikemukakan alasan-alasannya, baru kemudian melaporkan pokok-pokok masalahnya. 

Agar dapat dimengerti maksud dan tujuan surat secara jelas, harus disusun menggunakan bahasa yang relatif singkat. Sebelum menulis surat hendaknya dipertimbangkan sebaik mungkin, baik penyusunan kalimat, arti maupun ketepatan penggunaan kata-kata.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahasa surat adalah sebagai berikut:
1. Hindari kalimat yang berbelit-belit
2. Gunakan kata-kata dan istilah yang sudah lazim digunakan
3. Tempatkan tanda baca dengan tepat
4. Gunakan ejaan yang benar
5. Gunakan singkatan yang umum dipakai
 
F. Contoh Bagian Surat Pribadi 
    Bagian-bagian surat pribadi :
                          …………………..….1

  …….…..2

  …….......3

 …………….……………….4

 ………………….………….5

 …………………….……….6

                                          …………….7

                                          …………….8

                                          …………….9


1. Tempat, tanggal,bulan,tahun penulisan surat

2. Alamat surat                         

3. Salam pembuka

4. Kalimat pembuka

5. Isi surat                   

6. Kalimat penutup

7. Salam Penutup

8. Tanda tangan

9. Nama pengirim

Sumber: 


·  http://irsan-miryawan.blogspot.com/2013/06/tugas-bahasa-indonesia-2.html

·  http://ikarizkisafitri.blogspot.com/2013/06/pengertian-bahasa-jenis-dan-ciri-ciri.html




Selasa, 26 November 2013

Tugas Karangan Bahasa Indonesia 1

Footaball Is My Life

   Sepak Bola merupakan olahraga paling favorit kaum lelaki maupun perempuan(antonim) di Indonesia, tua muda(antonim), orang kaya atau miskin, orang kota atau desa(antonim) rata-rata menyukai Sepak Bola. Tak terkecuali saya sebagai lelaki. Saya  sangat mencintai dan menyukai(sinonim) ilmu serta informasi mengenai sepak bola. Entah apa alasannya serta bagaimana saya dapat menyukai olahraga tersebut, yang jelas Sepak Bola adalah hobi saya yang utama.  Baik bermain, maupun menganalisa ilmu Sepak Bola yang tugasnya adalah menganalisa dan mempelajari(sinonim) ilmu-ilmu Sepak Bola dari dasar hingga tingkat tinggi.

   Berawal sejak saya kecil sekitar umur 6 tahun saya mulai mengenal Sepak Bola dari menonton pertandingan Bola di Televisi, saya mulai suka dan jatuh hati(sinonim) terhadap olahraga tersebut. Sejak saat itu saya suka bermain Bola, mengamati pertandingan Bola, bahkan mendalami atau menganalisa seluruh informasi-informasi seputar Sepak Bola, baik dalam maupun luar(antonim) negeri. Jika ingin menjadi atlet sepak Bola, maka saya harus sekolah di SSB khusus Sepak Bola(khusus). Klub luar negeri yang saya suka adalah Bayern Muenchen dari Jerman(umum), sedangkan Klub nasional saya suka Arema Malang, dan pasti saya sangat suka dengan TimNas Indonesia.

   Banyak yang mengatakan bahwa menjadi atlet Sepak Bola di Indonesia sangatlah tidak maju, baik dalam hal kehidupan ekonomi, kesehatan maupun dari segi karir. Pesepak bola di Indonesia tak memiliki masa depan yang baik, jauh berbeda dengan atlet luar negeri. Mereka ditunjang banyak fasilitas, asuransi, kesejahteraan hidup, dan gaji yang cukup. Diluar negeri gaji dan fasilitas atlet ditunjang 100%(konkrit). Bermacam-macam alasan mereka komentari tentang dampak negative menjadi atlet.

  Sewaktu saya kecil, saya tidak menghiraukan sedikitpun apa kata keluarga saya. Justru saya semakin berani untuk bermain bola. Pada bulan(homonym) Agustus 2002 saya lalu masuk Sekolah Sepak Bola atau SSB di daerah BEJI Depok untuk menyalurkan h0bi saya. Orang tua saya pun akhirnya tidak bisa melarang saya lagi dan akhirnya saya diizinkan bermain bola asalkan itu hanya sebatas penyalur hobi, bukan untuk menjadi tumpuan hidup masa depan. Saya pun lega akhirnya dapat bermain bola. Semenjak itu saya semakin menggemari Sepak Bola, dari matahari terbit hingga bulan(homonym) bersinar tek pernah lepas pemikiran tentang Bola.

   Setelah 2 tahun bersekolah Sepak Bola saya akhirnya keluar karena pada saat itu tepatnya tehun 2004 saya akan Ujian Nasional SD, maka saya fokus ke pelajaran untuk mengikuti Ujian Nasional tersebut. Vakum bermain Bola bukan berarti melupakan Sepak Bola, sya tetap menonton Bola di Televisi sebagai media penghibur disaat waktu luang.
   Pada suatu hari, ibu saya bertemu temannya di sebuah Bank(homofon) di Depok. Ternyata teman ibu saya itu merupakan anggota official tim Persikad Depok(umum). Persikad adalah Tim Sepak Bola yang mewakili kota Depok untuk mengikuti kompetisi di Liga Indonesia(khusus). Orang itu bernama Bang(homofon) Pepen, Pepen Rubianto nama lengkapnya. Beliau merupakan staff di Tim tersebut. Setelah mengobrol panjang lebar, beliau menawarkan ibu saya agar saya bersekolah Sepak Bola di Tim nya. Ibu saya pun hanya mendengarkan saja tetapi tidak berminat untuk menyekolahkan saya di Tim tersebut.

   Mendengar hal tersebut saya senang dengan wajah seri(homograf). Betapa tidak, karena saya mempunyai peluang untuk bermain Sepak Bola di Tim Kota Depok. Saya pun mulai sering datang ke stadion untuk menonton tim tersebut, dengan harapan bias bertemu teman ibu saya itu. Dua jam berlalu dan pertandingan pun telah usai, saat itu Persikad ditahan seri(homograf) 1-1 oleh Persiraja. Semua pemain sudah banting tulang(konotasi) untuk menang, tetapi pemain tidak berkecil hati(konotasi) atas hasil ini.

   Waktu terus berjalan, saya semakin dewasa dan sudah bias berfikir masa depan. Saya yang dahulu masih kecil hanya mementingkan hobi dan kesenangan, saat dewasa saya berfikir tentang makna ucapan keluarga saya dahulu mengenai Sepak Bola. Memang, tidak ada yang salah tentang Sepak Bola, tidak semua profesi yang orang anggap buruk atau jelek(sinonim) itu ada. Tinggal bagaimana kita berusaha dan yakin akan hal yang kita jalani selagi positif dan menyenangkan buat kita. Banyak orang berkata, jika kita mengerjakan pekerjaan yang kita senangi, maka hasilnya pun akan baik. Begitupun dalam hal hobi, jika kita menekuni hobi yang kita sukai dengan sungguh-sungguh, maka insya allah kita akan sukses di hobi kita itu asalkan kita niat sunggu-sungguh, berusaha, dan berdoa kepada Tuhan.

   Tahun demi tahun berlalu, usia pun semakin bertambah. Sepertinya sudah terlambat untuk meneruskan cita-cita saya menjadi atlet Sepak Bola. Hanya kesedihan yang saya rasakan, tapi perlahan-lahan kesedihan dan penyesalan itu tidak nampak dalam diri saya(abstrak). Kepercayaan diri saya tumbuh seratus persen(konkrit) dan melupakan hal masa lalu yang membuat saya frustasi.

   Semenjak saya lulus sekolah menengah atas, saya mulai memikirkan masa depan. Mau seperti apa saya nanti, mau menjadi apa saya nanti. Itulah pertanyaan yang sering timbul di pikiran saya. Saya selalu teringat kenangan tentang cita-cita, impian saya untuk menjadi atlet Sepak Bola. Olahraga, hobi, impian, angan-angan yang sudah terpaku dan berkarat di otak saya. Hanya satu, yaitu Sepak Bola. Namun impian itu harus saya kubur dalam, saya lupakan, dan buang jauh impian itu. Saya sempat mengalami kesedihan(abstrak). Saya tidak menyalahkan siapa-siapa atas kegagalan impian saya yang tak terwujud, saya beranggapan dan yakin bahwa ini garis dan takdir Tuhan, Tuhan punya rencana lain untuk saya di masa depan.

   Pernah suatu ketika saya mendengar ucapan seseorang, bahwa janganlah terlalu lama larut dalam penyesalan. Jika kita mengalami kegagalan dalam hidup, maka cepatlah bangkit. Waktu tidak berhenti, hidup pun akan terus berjalan. Dibawah pohon yang tumbuh(denotasi) lebat saya melamun memikirkan ucapan itu dan akhirnya saya sadar. Saya pikir itu menjadi titik balik semangat saya. Saya yakin jalan menuju Roma tidaklah hanya 1, melainkan banyak jalan menuju Roma. Begitupun dengan kisah saya ini. Sepak Bola tidak harus diterapkan sebagai atlet atau pemain Bola nya, tetapi bisa diterapkan dengan profesi lain. Contohnya menjadi jurnalis, wartawan, kolumnis, maupun analis Sepak Bola.

   Komentator Bola di Televisi adalah sumber inspirasi saya. Saya ingin suatu saat seperti mereka. Menganalisis, meliput pertandingan di luar negeri, menulis artikel di media mengenai Sepak Bola. Saya merasa mampu. Dan semenjak itulah cita-cita saya tumbuh kembali(konotasi) dan mempunyai spirit yang telah lama padam akibat kegagalan. Keyakinan saya itu bukan tanpa alasan. Kenapa saya yakin saya mampu. Karena sejak keccil saya menyukai Bola, bahkan saya selalu belajar, menganalisa, mencari tahu info-info seputar Sepak Bola Internasional dari kecil hingga detik ini.

   Yang harus saya tambahkan untuk modal cita-cita saya itu adalah kemampuan berbahasa asing minimal menguasai 1 bahasa, lebih baik lagi jika bisa lebih dari 1. Itu modal utama saya jika ingin mewujudkan impian saya. Dan saya pun akan terus berusaha, belajar, dan berdoa semoga impian saya dapat terwujud. Saya tidak ingin mengalami kegagalan untuk yang ke-2 kali nya. Keluarga, orang tua pun akhirnya mendukung penuh keputusan saya ini(konotasi), karena mereka anggap saya sudah dewasa dan harus memilih sendiri jalan hidup untuk masa depan. Saya sering belajar menulis berita dan karangan hingga buku saya penuh dengan catatan(denotasi)

   Semangat inilah yang terus saya tanamkan setiap hari untuk menjalani kuliah saya, saya harus giat dalam belajar untuk mewujudkan impian saya yang memang sudah panggilan hati saya sejak kecil, hobi saya sejak kecil, impian saya yang sangat saya harapkan nanti. Saya pun tidak tahu kenapa Sepak Bola menjadi impian saya, mungkin ini sudah takdir Tuhan. Saya akan berusaha mewujudkannya. Hanya satu yang saya impikan, yaitu Sepak Bola.

   Harapan saya diluar konteks karangan saya ini adalah semoga Sepak Bola Indonesia maju, sejahtera, bangkit dari keterpurukan prestasi. Benahi semua elemen-elemen dasar, jangan egois karena pangkat, kedudukan(sinonim), uang. Semua ingin Indonesia maju, berjaya di level dunia, Prestasi Timnas sekarang sedang maju mundur(antonim). Negara kita besar, masa tidak bias membangun Sepak Bola menjadi baik. Jika ada niat tulus memajukan Sepak Bola, saya yakin bola Indonesia akan maju, berjaya, dan berprestasi. Entah berapa tahun lagi itu akan terwujud, Semoga. Demikianlah karangan ini saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan kata, saya ucapkan Terima kasih

Sabtu, 08 Juni 2013

Uang, Bank, dan Penciptaan Uang

Assalamualaikum.

A. Uang
   Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

I. Jenis Jenis Uang
a. Berdasarkan bahan
1. Uang logam, yaitu uang yang terbuat dari logam.
2. Uang kertas, yaitu uang yang terbuat dari kertas.

b.  Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan
1. Uang Kartal yaitu mata uang logam dan kertas yang dikeluarkan oleh bank sentral dan berlaku umum di masyarakat.
2. Uang Giral yaitu dana yang disimpan pada rekening giro (demand deposit) di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantaraan cek, bilyet giro atau perintah membayar. Jadi, uang giral dikeluarkan oleh bank umum.
c.   Berdasarkan nilai
1. Bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang logam.
2. Tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) tidak sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang kertas.

d.  Berdasarkan pemakai
1. Internal Value, yaitu kemampuan uang untuk membeli uang atau jasa di dalam negeri.
2. Enternal Value, yaitu kemampuan uang untuk ditukarkan dengan uang asing.
 
II. Fungsi Uang
a. Fungsi pokok uang : 
  Uang mempunyai satu tujuan fundamental dalam sistem ekonomi, yaitu :
• Memudahkan pertukaran barang dan jasa.
• Mempersingkat waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perdagangan.

b. Fungsi-fungsi asli uang :

• Uang sebagai satuan nilai
   Fungsi uang yang pertama dikenal dengan berbagai sebutan, salah satunya yang paling umum adalah satuan nilai (unit of value), standar nilai (standard of value), satuan hitung (unit of account), nilai ukur umum (common measure of value) dan nilai denominasi umum (common denominator of value)
Semua istilah-istilah ini mewakili satu gagasan yang umum

• Uang sebagai alat tukar
   Adalah Uang dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah pertukaran. Agar uang dapat berfungsi dengan baik diperlukan kepercayaan masyarakat. Masyarakat harus bersedia dan rela menerimanya.
Berbagai istilah telah diberikan untuk fungsi uang yang kedua ini: alat tukar (medium of exchange), perantara pembayaran (medium of payment), alat sirkulasi (sirculating medium), dan alat pembayaran (means of payment).

• Uang sebagai gudang nilai (store of value)
   Fungsi ketiga dari uang, yang sebagian besar yang berasal dari fungsi alat tukar, ialah bahwa uang itu berfungsi sebagai gudang nilai. Yang dimaksud dengan fungsi ini pada dasarnya adalah bahwa uang itu berfungsi sebagai alat tukar, baik sepanjang waktu maupun sewaktu-waktu.

• Uang sebagai alat penimbun kekayaan
   Setelah uang digunakan sebagai satuan nilai dan diterima secara umum sebagai alat pembayaran, dengan cepat uang itu digunakan secara luas sebagai alat penimbun kekayaan.
Semua orang dan preusan bisnis bebas memilih dalam bentuk apa, mereka akan menimbun kekayaan mereka, menetukan berapa yang akan mereka pegang dalam bentuk uang dalam berbagai bentuk non moneter dan merubahnya dari waktu ke waktu untuk mencapai
proporsi yang menurut mereka paling menguntungkan berdasarkan penghasilan, keamanan dan likuiditas.

• Uang sebagai unit perhitungan
   Untuk menentukan harga sejenis barang diperlukan satuan hitung, juga dengan adanya satuan hitung, kita dapat mengadakan perbandingan harga satu barang dengan barang lain. Walaupun uang hampir selalu berfungsi sebagai unit perhitungan, namun ada contoh-contoh sejarah dimana hal itu tidak terjadi. Dalam hiper – inflasi (inflasi yang sangat besar).

c. Fungsi Turunan
• Sebagai alat pembayaran yang sah
   Tidak semua orang dapat menciptakan uang terutama uang kartal, karena uang hanya dikeluarkan oleh lembaga tertentu, di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral.

• Alat penyimpan kekayaan dan pemindah kekayaan.
   Dengan uang, kekayaan berupa tanah, gedung, dapat dipindah pemilikannya dengan menggunakan uang.

• Alat pendorong kegiatan ekonomi.
   Apabila nilai uang stabil, orang senang menggunakan uang itu dalam kegiatan ekonomi, selanjutnya apabila kegiatan ekonomi meningkat, uang dalam peredaran harus ditambah sesuai dengan kebutuhan.

B. Bank
   Bank adalah lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai lembaga yang menjadi sarana dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah yaitu kebijakan moneter.
I. . Jenis Bank
a. Menurut Fungsinya

1. Bank Sentral, yaitu bank yang tugasnya dalam menerbitkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam suatu negara dan mempertahankan konversi uang dimaksud terhadap emas atau perak atau keduanya.

2. Bank Umum, yaitu bank yang bukan saja dapat meminjamkan atau menginvestasikan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga dapat memberikan pinjaman dari menciptakan sendiri uang giral.

3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

4. Bank Syariah, yaitu bank yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil (sesuai kaidah ajaran islam tentang hukum riba).

b. Menurut Kepemilikannya

1. Bank Milik Negara
Bank milik negara adalah bank yang modalnya sebagian besar atau keseluruhan berasal dari negara. Misalnya, BRI, BNI 1946, dan Bank Mandiri.

2. Bank Milik Swasta
Bank milik swasta adalah bank yang modalnya berasal dari perorangan atau swasta. Misalnya, BCA, Bank Lippo, Bank Danamon, Bank Mega, dan lain-lain.

3. Bank Koperasi
Bank milik koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi. Misalnya, Bukopin (Bank Umum Koperasi Indonesia)
c. Menurut Bentuk Hukumnya

Menurut bentuk hukumnya bank dikelompokkan menjadi:
1. bank berbentuk perseroan terbatas (PT);
2. bank berbentuk firma (Fa);
3. bank berbentuk badan usaha perseorangan;
4. bank berbentuk koperasi.

d. Menurut Organisasinya
Menurut organisasinya bank dikelompokkan menjadi:
1.  Unit Banking adalah bank yang hanya mempunyai satu organisasi dan tidak memiliki cabang  di daerah lain;
2.   Branco banking adalah bank yang memiliki cabang-cabang di daerah lain;
3. correspondenc  banking adalah bank yang dapat melakukan pemeriksaan dokumen ekspor-impor dan kegiatan utamanya di luar negeri.
 
C. Penciptaan Uang
   Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
   Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda.
   Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.

I. Mekanisme Penciptaan Uang
   Dalam mekanisme penciptaan Uang terdapat tiga pelaku penciptaan uang : Otoritas Moneter, Bank Umum, Sektor Swasta Domestik. Ketiga pelaku tersebut saling bersinergi sehingga Deman dan Suplay berada pada keseimbangan yang diinginkan dimana Otoritas moneter sebagai pencetak uang kartal, Bank umum sebagai pencipta Uang giral dan kuasi, Sektor swasta domestik sebagai pengguna daripada uang yang di ciptakan otoritas moneter dan bank umum. 
   Otoritas moneter dalam hal ini disebut dengan Bank sentral sebagai lembaga independen mengatur peredaran uang yang dicetaknya, hanya pada bank sentral uang kartal di ciptakan yang nantinya uang tersebut didistribusikan ke Bank umum dalam bentuk uang kartal, oleh bank umum di ubah lagi bentuk unag kartal tersebut menajdi uang giral yang berbentuk tabungan giro dan saving deposit, uang tersebut yang nantinya akan di salurkan ke sektor sawasta domestik. 
   Dari bentuk-bentuk uang ini lah yang disebut dengan uang inti atau uang primer, dengan kata lain, uang primer adalah uang kartal yang dipegang bank umum dan masyarakat umum ditambahkan dengan saldo rekening giro milik bank umum dan masyarakat di Bank Indonesia. Jika dilihat dari neraca otoritas moneter dapat dilihat bahwa sisi pasiva adalah jumlah uanga primer yang beredar dan sebelah aktiva adalah faktor-faktor yang mempengarui uang beredar. Penciptaan Uang oleh bank umum hanya dalam bentuk uang giral dan kuasi, karena uang kartal hanya diciptakan oleh bank sentral itu sendiri.
M0       : Uang kartal (uang kertas dan Uang Logam)
M1       : M0 + Uang Giral + Deposito berjangka di Bank Sentral
M2       : M1 + Uang Kuasi (Bank Umum)
M3       : M2 + Uang Kuasi (non Bank)

   Dalam dunia perbankan ada istilah pengganda uang (Money Multiplier) dimana jika ada seorang masyarakat yang menabungkan uangnya kepada bank umum, maka untuk memberikan bunga atas simpanan nasabah tersebut dan mendapatkan profit untuk badan usahanya, bank memberlakukan spread atau yang disebut dengan rentang perbedaan antara bunga simpanan dan bunga pinjaman, dimana bunga pinjaman berada diatas bunga simpanan untuk mendapatkan laba dan memberikan bunga kepada nasabah penyimpan uang. Untuk melindungi konsumen agar bunga pinjaman tidak terlalu besar sehingga membebankan nasabah peminjam uang pada bank umum, bank sentral memberlakukan Reserve Requirement atau GWM (Giro Wajib Minimum) atau yang biasa kita kenal di Bank Indonesia ada istilah BI Rate diman nilai ini sebagai acuan dalam penggandaan uang. Naik turunnya niali pelipatganda tergantung pada tiga hal:

a. Currency Ratio dipengarui oleh prilaku masyarakat dalam menggunakan uang kartal dan giral, seperti : Biaya penggunaan uang giral, kenyamanan dan keamanan.

b. Time and Savings Deposit Ratio yang dipengarui oleh prilaku manusia meliputi : Biaya Relatif, Pendapatan Masyarakat, Kemajuan layanan sektor perbankan.

c. Reserve Ratio  (cadangan uang) besar kecilnya cadangan uang bank bergantung pada: Ketentuan otoritas moneter dan Likuiditas.

Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana Dan Pertumbuhan Ekonomi

Assalamualaikum.

   Pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat di negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di indonesia sekarang ini berbeda saat zaman orde baru. Saat Zaman orde baru pertumbuhan ekonomi mungkin lebih baik, karena pada zaman itu terdapat sedikit partai dibandingkan dengan zaman sekarang yang memiliki banyak partai. Akibat terlalu banyaknya jumlah partai yang ada, sehingga para investor asing tidak lagi menanam sahamnya di Indonesia, karena selalu dimintai untuk mendanai konfoi partai tersebut. Padahal saham asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara.
    Alat ukur keberhasilan perekonomian suatu Negara adalah adanya peningkatan pendapatan Negara tersebut.Alat ukur yang digunakan saat ini untuk menghitung jumlah kuantitatif pendapatan suatu Negara adalah Produk Nasional Bruto / Gross National Poduct (GDP).GDP sendiri lebih ditujukan untuk mengukur angka kemakmuran material masyarakat. Karena menurut Adam Smith, kemakmuran suatu  bangsa bukanlah diukur dari banyaknya logam mulia/jumlah kekayaan yang dimiliki suatu Negara, tapi jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dari Negara tersebut.
 
A. Pendapatan nasional nasional adalah keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam setahun.

a. Perekonomian tertutup sederhana
   Perekonomian tertutup sederhana merupakan perekonomian yang tidak adanya hubungan dengan Negara lain dan tidak adanya campur tangan pemerintah, baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi. Dalam perekonomian tertutup sederhana ini pengeluaran masyarakat seluruhnya pada tiap satuan waktu, biasanya dalam setahun, dan akan terdiri dari pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga dan pengeluaran untuk investasi.
b. Pertumbuhan ekonomi
   Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan pendapatan nasional. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

c. Analisis Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
   Dalam perekonomian tertutup sederhana.sektor yang terlibat adalah rumah tangga (pihak konsumen) dan perusahaan atau pihak swasta (sebagai produsen) tanpa campur tangan pemerintah baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsidan tidak berhubungan dengan perekonomian internasional baik ekspor maupun impor.
Terdapat dua model analisis perekonomian tertutup sederhana yaitu sebagai berikut :

1. Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan
    Pada model ini, muncul dua aktifitas ekonomi yang baru yaitu, tabungan dan investasi. Tabungan rumah tangga dianggap kebocoran dalam arus melingakar, karena dapat mengurangi kemampuan dari pendapatan secara riil apabila digunakan untuk kegiatan lain seperti konsumsi. Namun Tabungan tersebut tidaklah dianggap kebocoran apabila digunakan sebagai investasi.Tabungan yang semula mengurangi pendapatan nasional, apabila digunakan sebagai investasi dapat disebut injeksi, karena Investasi dapat menambah pendapatan nasional.
  
2. Angka Pengganda  Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional.  Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang tinggi, maka  dengan perubahanyang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan anasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan  koefisien multiplier.

a. Masalah pertumbuhan ekonomi
   Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari adanya peningkatan dalam GDP (Gross Domestic  Product) atau GNP (Gross Nasional Product) jika terdapat peningkatan maka dapat berarti menunjukkan adanya peningkatan pendapatan perkapita. Karena GDP merupakan angka yang menunnjukan total suatu produksi dalam suatu Negara. Semakin tinggi GDP berarti total produksi semaki besar. Hanya saja yang biasanya terjadi adalah pembagian pendapatan nasional yang tidak merata. Oleh karena itu tidaklah menjadi cerminan sebuah Negara apabila GDP nya rendah maka smua masyarakatnya miskin, dan jika memiliki GDP yang besar maka masyarakatnya akan kaya raya. Untu itu pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang dapat megurangi kesenjangan pemdapatan antar warga Negara.

b. Inflasi
   Menurut A.P. Lehner inflasi adalah keadaan terjadi kelebihan permintaan (Excess Demand) terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan (Anton H Gunawan, 1991).Sementara itu Ackley mendefinisikan inflasi sebagai suatu kenaikan harga yang terus-menerus dari barang dan jasa secara umum.Menurut Boediono (1995)inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara umum dan terus-menerus.
Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecualiapabila kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar
dari barang-barang lain. Inflasi diakibatkan oleh :
a. Demand-pull Inflation.
Inflasi ini bermula dari adanya permintaan total (agregat demand), sedangkan produksi telah berada pada keadaan kesempatan kerja penuh atau hamper mendekati kesempatan kerja penuh.
b. Cost-Push Inflation
Cost plus inflation ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi. Jadi inflasi yang dibarengi dengan resesi. Keadaan ini timbul dimulai dengan adanya penurunan dalam penawaran total (aggregate supplay) sebagai akibat kenaikan  biaya produksi.
Menurut Keynes terjadinya inflasi disebabkan oleh permintaan agregat sedangkanpermintaan agregat ini tidak hanya karena ekspansi bank sentral, namun dapat puladisebabkan oleh pengeluaran investasi baik oleh pemerintah, maupun oleh swasta danpengeluaran konsumsi pemerintah yang melebihi penerimaan (defisit anggaran belanjaNegara) dalam kondisi full employment.

c. Masalah Pengangguran
   Adanya pengangguran bagi sebuah Negara berarti menunnjukan perekonomian Negara tersebut tidak dalam kondisi full-employment.Ada faktor produksi yang tidak terpakai yaitu tenaga kerja. Memang idealnya pada suatu Negara harus berada dalam keadaan full- employment, akan tetapi untuk mencapai keadaan tersebut sangat sulit. Tingkat penganguran memang selalu terjadi di Negara manapun.Dan keadaan ini memang selalu menjadi pusat perhatian para pemimpin bangsa dan para ekonom. Pengangguran tentu tidak baik bila terjadi, karen aakn menimbulkan kerawanan sosial seperti pencurian, kriminalitas dll
Hubungan dari pertumbuhan ekonomi, inflasi dan juga masalah pengangguran.
hubungan dari ketiga permasalah ini memang saling berkaitan. Karena dalm suatu Negara selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang berbeda beda. Biasanya pertumbuhan ekonomi selalu diikuti dengan adanya inflasi dan jga pengangguran.

Pertumbuhan ekonomi  memang dapat dilihat dari adanya peningkatn atau penurunan GNP atau GDP. Jika GNP menurun maka pendapatan perkapita pun menurun dan akhirnya akanterjadi inflasi karena daya beli atau daya konsumsi masyarakat menurun. Inflasi menjadi masalh besar dalam suatu Negara karena terjadinya angka penurunan daya beli masyarakat yang juga akan berakibat pada produsen yan akan kesulitan untuk berproduksi dan memjual barang barangnya.
Inflasi juga memengaruhi tingkat suku bunga pada perbankan, terutama tingkat suku bunga pinjaman danakan makin menyulitkan para pihak swasta yang berkeinginan untuk menekan biaya produksi di waktu inflasi terjadi. Jika keadaan tersebut tidak membaik pihak swasa tidak bisa untuk menekan angka biaaya produksi sedangka daya beli masyarakat menurun dan akirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan akan mengakibatkan pengangguran dalam suatu Negarabertambah .Tentu saja keadaan seperti ini kurang baik karena dapat menimbulkan kerawanan sosial seperti kasus pencurian dan kriminalitas.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes